● Kabar

Ekonomi Syariah: Peluang Besar yang Belum Dimaksimalkan

Indonesia memiliki potensi ekonomi syariah terbesar di dunia, namun realisasinya masih jauh dari harapan. Apa kendalanya?

Indonesia disebut sebagai raksasa ekonomi syariah yang masih tertidur. Dengan 240 juta penduduk Muslim, potensinya sangat besar. Namun data menunjukkan bahwa penetrasi keuangan syariah masih tertinggal jauh dibanding Malaysia, Arab Saudi, bahkan Turki.

Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) menyebut rendahnya literasi sebagai hambatan utama. Banyak masyarakat Muslim yang belum memahami perbedaan produk syariah dengan konvensional, sehingga tidak termotivasi untuk beralih.

Di sisi lain, para pelaku industri menunjuk pada kurangnya inovasi produk dan tingginya biaya operasional sebagai kendala dari sisi penawaran.

Pemerintah merespons dengan program percepatan yang menargetkan pangsa pasar keuangan syariah mencapai 20% pada 2028. Namun target ini dinilai ambisius tanpa perubahan signifikan dalam pendekatan edukasi dan ekosistem pendukung.

Konteks Isu

Laporan Bank Indonesia terbaru menyebut pangsa pasar keuangan syariah di Indonesia masih di bawah 15%, jauh dari potensi demografis negara dengan penduduk Muslim terbesar di dunia. Kendala utama adalah literasi keuangan syariah yang rendah dan ekosistem yang belum matang.

Sudut Pandang Islam

Islam mendorong umatnya untuk membangun sistem ekonomi yang adil, bebas dari eksploitasi, dan berorientasi pada kemaslahatan. Ekonomi syariah bukan sekadar alternatif, tetapi solusi atas berbagai persoalan struktural ekonomi konvensional.