Krisis Kepercayaan pada Sistem Pendidikan Nasional
Survei terbaru menunjukkan meningkatnya ketidakpuasan orang tua Muslim terhadap sistem pendidikan umum. Apa yang mendorong tren ini dan ke mana arahnya?
Survei yang dirilis bulan ini menunjukkan bahwa hampir separuh orang tua Muslim di kota-kota besar Indonesia mempertimbangkan untuk memindahkan anak mereka ke sekolah Islam terpadu atau menempuh jalur homeschooling.
Tren ini didorong oleh beberapa faktor: perubahan kurikulum yang dianggap kurang ramah terhadap nilai agama, meningkatnya kasus bullying di sekolah umum, dan kurangnya pembinaan akhlak yang terstruktur.
Di sisi lain, sekolah-sekolah Islam terpadu mengalami kenaikan pendaftaran yang signifikan. Beberapa di antaranya bahkan harus membuka kelas baru untuk menampung animo yang tinggi.
Para pengamat pendidikan menyebut fenomena ini sebagai sinyal bahwa masyarakat semakin aktif mencari alternatif, dan negara perlu merespons dengan memperkuat peran pendidikan agama di sekolah umum, bukan justru menguranginya.
Ketidakpuasan terhadap sistem pendidikan nasional terus meningkat, terutama di kalangan keluarga Muslim yang merasa kurikulum tidak lagi selaras dengan nilai-nilai yang ingin mereka tanamkan. Tren homeschooling dan sekolah Islam terpadu pun terus bertumbuh.
Islam menempatkan pendidikan sebagai kewajiban yang dimulai dari keluarga. Ketika sistem pendidikan formal gagal menjawab kebutuhan moral dan spiritual anak, orang tua memiliki tanggung jawab untuk mencari atau membangun alternatif yang lebih baik.